BEKASI, MIMBARPENYULUH.com — Rencana Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar sensus masjid merupakan momentum guna mengoptimalkan peran masjid bagi umat Islam dan lingkungan. Hal itu diutarakan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail.
Satori mengungkap data itu mendesak untuk dipenuhi guna mengetahui posisi masjid dalam masyarakat. Ambil contoh, data soal jumlah masjid, apakah jumlah masjid yang ada sudah memenuhi kebutuhan umat atau belum.
"Itu baru contoh kecil. Yang lebih penting sebenarnya bukan jumlah masjid saja tapi karakteristik jamaah setiap masjid. Ini yang perlu dijadikan perhatian," kata dia saat berbincang dengan ROL, Selasa (17/7).
Ia menjelaskan, setiap jamaah masjid memiliki karakter. Misalnya, jamaah itu ada yang berada dekat atau jauh dengan masjid. Jamaah itu apakah rajin shalat berjamaah atau tidak. Apakah ia juga rajin shalat lima waktu atau tidak. "Belum lagi soal demografisnya. Bagaimana tingkat pendidikannya, ekonominya, budayanya dan lainnya," paparnya.
Ketika data ini lengkap, kata Satori, maka akan menjadi peta umat Islam seluruh Indonesia. Memang harus diakui, butuh waktu lama untuk memproses itu semua. Dan, perlu diketahui pula pemetaan ini sebenarnya sudah terpikirkan sejak satu dekade silam, namun jalan ditempat.
"Jadi, kalau cuma sensus jumlah masjid tidak penting, tapi kondisi jamaah masjid itu sendiri. Tantangannya seprti apa, tentu setiap masjid memiliki tantangan yang berbeda. Misalnya masjid A tengah terjangkit aliran-aliran sesat," paparnya.
Satori menilai, pemetaan ini mendesak untuk dipenuhi mengingat umat Islam kekurangan data. Padahal dengan data itu, umat Islam dapat bergerak. Misalnya, masjid A ini memiliki jamaah siapa saja, lalu siapa saja yang enggan ke masjid." Maka ini ada celah bagi para da'i dakwah. Jadi, boleh dibilang kita berdakwah tanpa data sehingga jangkauan menjadi luas," pungkasnya.
Sumber: Republika.
About Admin
Abu Rasyidah Judi Muhyiddin, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi | Pin BB 73ca04f3 | Whatsapp 081315609988 | email salampenyuluh@gmail.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Rekrutmen Penyuluh Non PNS 2017
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi akan mengadakan Rekrutmen Penyuluh Agama Non PNS Tahun Anggaran 2017. Informasi selengkapnya klik :
INFO REKRUTMEN PENYULUH AGAMA NON PNS 2017
Atau, hubungi Penyuluh Agama di KUA Kecamatan Setempat.
Link Penyuluh Agama
Halaman Utama
Blog Archive
-
▼
2012
(41)
-
▼
November
(19)
- KPK: Ada Pemda Nyaris Bangkrut
- Saudara Kandung Presiden Mursi Berhaji Lewat Jalur...
- Bulan Muharram: Keutaman, Legenda, Mitos dan Bid’ah
- Kriteria Ulama
- Umat Islam Butuh Data untuk Berdakwah
- Dari Gerakan Ke Negara
- PM Erdogan Kunjungi Indonesia
- Tiga Asas Masyarakat Madani
- Menuju Kesempurnaan Muslim
- Bijak Menyikapi Perbedaan (Ikhtilaf)
- Tiga Kekuatan Wujudkan 'Khairu Ummah'
- Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional
- Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural
- Pegawai Negeri
- Kekuatan Media Massa dalam Mempengaruhi Opini dan ...
- Internet Sehat, Dakwah Dahsyat
- Bertemu di Gedung Sate, Heryawan dan Jokowi Saling...
- Hidayat Nur Wahid Meminta Kuota Haji Indonesia Dit...
- Ancaman Bagi Penghina Nabi
-
▼
November
(19)
Populer Pekan Ini
-
JAKARTA, MIMBARPENYULUH.com — Tak ada dendam, tak ada kerusuhan. Ini adalah peralihan kekuasaan yang paling damai dalam sejarah bangsa Ind...
-
Pertengahan Nopember 2014 salah seorang Penyuluh Agama Islam Jawa Tengah, saudari Al Mukaromah menulis surat untuk Menteri Agama Republik ...
-
JAKARTA, MIMBARPENYULUH.com — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, negara hanya mengakui pernikahan yang dilakukan menurut huk...
-
BANDUNG, MIMBARPENYULUH.com — Menteri Agama (menag) Lukman Hakim Saifuddin mengajak jajaran Kementerian Agama bersungguh-sungguh mengembal...
-
Bila istrimu menangis di hadapanmu, tak peduli apapun sebabnya, peluklah dia, biarpun dia menolak, tetap peluklah dengan erat. Menangis di a...

No comments: