JAKARTA, MIMBARPENYULUH.com — Sistem pendidikan nasional Indonesia masih lemah dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kurikulum. Akibatnya seolah-olah masalah penyimpangan yang terjadi pada siswa, seperti tindakan asusila, hanya menjadi tanggung jawab guru agama saja.
"Padahal pembinaan akhlak itu adalah merupakan tanggung jawab utama bagi semua pendidik dalam aplikasinya di sekolah," kata anggota Komisi X dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dalam keterangannya (Senin, 28/10)
Zainuddin pun menyayangkan karena hingga saat ini dalam kurikulum 2013 pun pendidikan akhlak masih dianggap sebelah mata. Ini terbukti dengan pendidikan agama yang masih minim. Seharusnya pendidikan agama harus menjadi bagian utama dari semua mata pelajaran yang ada di sekolah.
Untuk itu Zainuddin mendesak pemerintah agar pelajaran agama dapat diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
"Hal ini wajib dilakukan, karena menjadi amanah UUD 45 dan juga merupakan tujuan pendidikan nasional, yaitu mewujudkan hasil pendidikan yang berbudi pekerti dan berakhlak mulia," demikian Zainuddin.
Sumber: RMOL
About Admin
Abu Rasyidah Judi Muhyiddin, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi | Pin BB 73ca04f3 | Whatsapp 081315609988 | email salampenyuluh@gmail.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Rekrutmen Penyuluh Non PNS 2017

INFO REKRUTMEN PENYULUH AGAMA NON PNS 2017
Atau, hubungi Penyuluh Agama di KUA Kecamatan Setempat.

Link Penyuluh Agama
Halaman Utama

Populer Pekan Ini
-
Data Masjid di Tambun Selatan: (No, Nama Desa, Nama Masjid, Alamat, Nama Imam, Nama Marbot) 1. JATI MULYA, BAITUL MU'MININ , JL....
-
Oleh: Akmal Sjafril Beberapa mahasiswa di sebuah perguruan tinggi tengah ‘dimabuk filsafat’. Setelah mengikuti pelatihan selama beberapa h...
-
JAKARTA, MIMBARPENYULUH.com — Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi...
-
MIMBARPENYULUH.com — Lama tak dengar kabar beritanya. Dan ingatan kita tentang dia, hanya sebagai seorang biduan cilik. Kini rupa penampil...
No comments: